Sebagai sekolah yang berada di trasmigrasi SMA Negeri 2 Banyuasin II mengembangan mulok pertanian dan perikanan. Pada tahun pertama di bidang pertanian adalah penanaman kedelai. Sebagai negara agraris seharusnya kita mampu menghasilkan kedelai untuk kebutuhan sendiri dan tidak mengimport seperti sekarang ini. Oleh karena itu SMAN 2 Banyuasin II berusaha untuk memberikan bekal kepada siswa dalam bidang pertanian khususnya pertanian kedelai.
Kedelai yang ditanam pada tahun pertama, memang tidak terlalu luas karena terbatasnya lahan. Di tahun pertama ini penanaman hanya dilakukan pada lahan seluas empat hektar. Mulok pertanian ini dikhususkan untuk kelas 10, sedangkan untuk kelas 11 mulok dilaksanakan adalah perikanan.
Kendala yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam mulok ini adalah cuaca yang ekstrem dan belum berpengalamannya para guru dengan lingkungan dan cuaca di daerah karang agung. Ciri dari daerah karang agung dimana SMAN 2 berada adalah lahan yang asam, tingkat keasaman yang tinggi menjadikan tantangan sendiri bagi perkebunan kedelai yang dilakukan.
Hasilnya cukup lumayan, tetapi kendala lebih banyak, hama dan penyakit masih kami pelajari. Kekopongan pada buah yang cukup dominan juga masih menjadi kendala yang sedang kami hadapi.
Tapi setidaknya kedelai yang dihasilkan memberikan sedikit harapan bahwa kita seharusnya mampu swasembada kedelai. Salam dari Karang Agung Sumsel.
Kedelai yang ditanam pada tahun pertama, memang tidak terlalu luas karena terbatasnya lahan. Di tahun pertama ini penanaman hanya dilakukan pada lahan seluas empat hektar. Mulok pertanian ini dikhususkan untuk kelas 10, sedangkan untuk kelas 11 mulok dilaksanakan adalah perikanan.
Kendala yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam mulok ini adalah cuaca yang ekstrem dan belum berpengalamannya para guru dengan lingkungan dan cuaca di daerah karang agung. Ciri dari daerah karang agung dimana SMAN 2 berada adalah lahan yang asam, tingkat keasaman yang tinggi menjadikan tantangan sendiri bagi perkebunan kedelai yang dilakukan.
Hasilnya cukup lumayan, tetapi kendala lebih banyak, hama dan penyakit masih kami pelajari. Kekopongan pada buah yang cukup dominan juga masih menjadi kendala yang sedang kami hadapi.
Tapi setidaknya kedelai yang dihasilkan memberikan sedikit harapan bahwa kita seharusnya mampu swasembada kedelai. Salam dari Karang Agung Sumsel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar